logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis She Was Pretty Episode 3 Part 2


Malam itu Hye Jin mulai mempelajari majalah fashion itu. Saking fokusnya belajar, Hye Jin masih sempat membaca saat dia berada di bus. Kejadian lucu pun terjadi, saat Hye Jin berdiri di bus dan sibuk membaca, tiba2 bus mengerem mendadak sehingga membuat Hye Jin terjatuh dan tepat duduk di pangkuan seorang pria gendut. Tentu saja pria gendut itu merasa tak suka namun dia tak koment apa2.


Di rumah, Hye Jin mulai berguru pada Ha Ri dan Ha Ri pun menjelaskan semua yang dia tau pada Hye Jin. Hye Jin benar2 bekerja keras untuk belajar. Dia terus belajar walau sedang terkantuk-kantuk di dalam bus. Informasi yang dia dapat dari Ha Ri terus diapalkannya. Dan setelah menghafal semuanya, Ha Ri pun mengetesnya. Hye Jin bisa menebak nama kosmetik dengan benar.



Ingin mengetes Hye Jin tentang gaya fashion dan nama-nama bentuk pakaian, Ha Ri pun mengajak Hye Jin makan di luar dan menanyakan tentang gaya fashion para gadis yang berlalu lalang. Karena memang dasarnya pintar, Hye Jin pun bisa menjawabnya dengan benar dan tepat.

Di kantor Joon Woo dan Joo Young sedang memasang-masangkan pakaian. Tepat disaat itu Madam Kim muncul dan tak setuju dengan ide mereka, dia kemudian meminta Joon untuk mengambil rok yang berumbai sebagai gantinya. Hye Jin yang mendengar hal tersebut langsung dengan cekatan mengambilkannya untuk Madam Kim. 

Melihat kecekatan Hye Jin, madam Kim terlihat senang sampai2 dia mengedipkan matanya pada Hye Jin. Tepat disaat itu Sung Joon lewat dan dia melihat Hye Jin. Berbeda dari sebelumnya, kali ini Hye Jin terlihat bangga pada dirinya dan bisa mengangkat wajahnya di depan Sung Joon. 

Rapat kembali di mulai dan seperti biasa Hye Jin bertugas sebagai notulen. Berbeda dari rapat kemarin, kali ini Hye Jin bisa mengetik semua yang di katakan Joo Young dengan mudah,walau Joo Young menggunakan istilah-istilah. Saking senang dan bersemangatnya saat mengetik, Hye Jin sampai tak sadar saat berteriak “Eee Heee”. 




Tentu saja semua peserta rapat langsung melihat ke arah Hye Jin, termasuk Sung Joon. Reflek Hye Jin langsung meminta maaf pada semuanya. Selesai rapat dengan bangga Hye Jin memberikan hasil rapat pada Sung Joon dan seperti perkiraan, tak ada yang salah pada tulisan Hye Jin kali ini. Kebanggaan Hye Jin langsung drop saat dia menjatuhkan file-file milik Sung Joon. 


Shin Hyuk menghampiri Hye Jin dan memintanya untuk mentraktir hari ini. Awalnya Hye Jin menolak, namun karena Shin Hyuk terus memaksa dengan menggunakan permainan koin, Hye Jin pun tak bisa menolak permintaan Shin Hyuk. Saat kembali ke meja kerjanya, Shin Hyuk tersenyum senang. Euuum... ne orang masih misterius. 

Di kantornya Ha Ri mendapatkan sms dari ibu tirinya untuk tidak terlambat di acara makan malam ulang tahun ayahnya.


Hye Jin menyelesaikan tugas dari Joo Young dengan cepat. Melihat kemajuan cara kerja Hye Jin, tentu saja membuat Joo Young senang. Sebelum Hye Jin pergi, Joo Young memintanya untuk mengembalikan buku ke perpustakaan kantor mereka. 


Melihat perpustakaan yang begitu besar, Hye Jin pun memutuskan untuk berkeliling terlebih dahulu. Sung Joon mendapat telepon dari Ha Ri yang mengatakan kalau dia memundurkan waktu janjian ketemu mereka. 

Dari sekian banyak buku, Hye Jin menemukan buku anak2 yang merupakan hasil cetakan dari tempat ayahnya. Tanpa dia sadari Sung Joon juga masuk ke perpusatakaan itu. Tak lama kemudian ponsel Hye Jin berdering dan itu adalah telepon dari Shin Hyuk yang minta di traktir. Setelah Hye Jin pergi, Sung Joon melewati tempat Hye Jin berdiri sebelumnya. Disana dia melihat buku yang Hye Jin buka sebelumnya.

Ha Ri sampai di rumah ayahnya. Sebelum bertemu sang ayah, Hye Jin bertemu ibu tirinya dulu, karena memang si ibu tiri sudah menunggu kedatangan. Dia ingin menyuruh Ha Ri memberikan kado yang sudah dia sediakan untuk ayahnya. Ibu tiri Ha Ri kita panggil Nyonya Na aja yah, kalau ayahnya kita panggil Tuan Min aja, biar enak nulisnya.



Ha Ri menolak memberikan kado dari Nyonya Na karena dia sudah mempersiapkan sendiri kado untuk sang ayah. Tentu saja sang ayah merasa senang mendapatkan kado tersebut. Tepat disaat itu sang ayah harus pergi untuk mengangkat telepon. Hanya berdua, lagi2 anak dan ibu tiri ini berselisih pendapat. Sampai akhirnya Nyonya Na menyinggung tentang ibu Ha Ri yang merupakan wanita yang tidak benar. Tentu saja pernyataan itu membuat Ha Ri marah dan kesal, sampai2 dia berteriak. Tepat disaat itu Tuan Min muncul dan memarahi Ha Ri. Tuan Mi semakin marah pada Ha Ri karena menyebut Nyonya Min dengan sebutan “wanita itu”. saking marahnya Tuan Min sampai menampar Ha Ri. Karena sang ayah terus menyuruhnya untuk minta maaf, jadi Ha Ri pun meminta maaf dengan mata penuh air mata. 


Keluar dari rumah, Ha Ri berusaha menghubungi Hye Jin namun sayang Hye Jin sedang sibuk makan teokbokki dengan Shin Hyuk, jadi dia tak bisa mendengar suara getar dari ponselnya. Karena telp tak diangkat, Ha Ri pun mengirim sms, namun sama saja, Hye Rin tak menyadari datangnya sms itu di handpone-nya. 

Sung Joon sudah berada di restoran tempat dia dan Ha Ri janjian. Dimana Ha Ri dengan suasana hati yang tidak baik, dia sekarang sudah berada di sebuah bar. Dia minum sendirian sampai mabuk. Disisi lain, Sung Joon terus menunggunya. Tak lama kemudian dia mendapat telepon dari Ha Ri dan memberitahukan keberadaannya.


Setelah puas makan tteokbokki yang di traktir Hye Jin, Shin Hyuk pun mengantarkan Hye Jin ke halte bis dan dia sendiri memutuskan pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Setelah melihat Shin Hyuk berjalan pergi, Hye Jin baru melihat ponselnya dan membaca sms dari Ha Ri. Khawatir, Hye Jin pun langsung menghubungi nomor Ha Ri. Ha Ri yang sudah tak sadarkan diri, tak bisa mendengar dan mengangkat telepon dari Hye Jin, sehingga pelayan bar yang mengangkatnya dan memberitahukan keberadaan Ha Ri pada Hye Jin.


Melihat kaki jenjang Ha Ri yang mengenakan rok mini, seorang pria mata keranjang langsung menghampirinya dan mulai menggodanya. Tentu saja Ha Ri tak senang dengan rayuan sipria dan menyuruhnya pergi. Karena si pria tak mau pergi, Ha Ri pun memutuskan pergi namun si pria malah menahannya. Tepat disaat itu Sung Joon datang dan menolong Ha Ri. Ha Ri yang sudah dikendalikan alkohol, tak bisa mengontrol emosi, tanpa pikir panjang, Ha Ri langsung mengambil vas berbentuk kulit nanas dan memukulkannya ke kepala si pria. Sung Joon dan pelayan bar berusaha menenangkan Ha Ri dan si pria itu yang sama2 sudah saling emosi. 

Si pria hidung belang pergi ke toilet untuk memeriksa bekas lukanya. Tak lama kemudian Sung Joon menyusulnya. Dia memberi waktu si pria selama 3 menit untuk meminta maaf pada Ha Ri. 

Di tempat lain, 3 pegawa dari tim editor The Most, sedang bergosip tentang Sung Joon. Salah satu dari mereka mengatakan kalau ada satu kebiasaan Sung Joon yang tidak semua orang tahu. 


Waktu 3 menit sudah habis dan si pria masih ada di tempatnya, dia tidak melakukan apa yang Sung Joon minta. Karena ketidak mauan si pria, Sung Joon pun menyingsingkan lengan bajunya

“Ketika ia berpikir, atau ketika ia memutuskan sesuatu, ia menggulung lengan bajunya. Itu pasti kebiasaannya.” Ucap Sung Min dan kita sekarang juga melihat Sung Joon sedang menyingsingkan lengan bajunya. Apa yang akan dilakukan Sung Joon terhadap si pria itu.

Kita tidak diperlihatkan tentang apa yang dilakukan Sung Joon, kita langsung dialihkan pada Hye Jin yang sudah berada di taksi menuju bar tempat Ha Ri berada. Hye Jin telat beberapa detik, saat dia memasuki bar, Sung Joon sudah membawa Ha Ri pergi. Kita kemudian diperlihatkan pada pria yang menggoda Ha Ri tadi, sekarang hidungnya mengeluarkan darah. Wah... ternyata Sung Joon sudah memukulnya. 

Sung Joon membawa Ha Ri ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan pada luka di tangannya. Saat akan mengisi biodata, Ha Ri hampir lupa mengisi dengan nama aslinya. Dia pun beralasan kalau dia terlalu marah, sehingga pikirannya tak berjalan dengan baik. Dengan penuh perhatian Sung Joon pun menuliskannya untuk Ha Ri, ya tentu saja Sung Joon menulis nama Kim Hye Jin. Si perawat lalu melihat luka di kening Sung Joon dan menyuruhnya untuk mengisi formulir juga agar mendapatkan pengobatan. Sung Joon merasa itu tak perlu, namun Ha Ri yang merasa bersalah langsung mengatakan kalau hal itu perlu, karena Sung Joon terluka. Ha Ri merasa bersalah karena Sung Joon terluka karena berusaha melindunginya. 


Keluar dari rumah sakit, Ha Ri lalu bertanya apa Sung Joon tidak mau tahu alasan dia pergi minum sendirian dan membatalkan janji. Sung Joon bisa menebak kalau Ha Ri sudah mengalami sesuatu yang tidak baik, jadi dia tak mau membahasnya lagi. Ha Ri lalu hendak mengatakan alasan dia ingin bertemu dengan Sung Joon, namun belum sempat dia mengatakannya, Sung Joon malah menariknya ke sebuah kedai dan makan bersama disana. 



Sung Joon membelikan Ha Ri haejangguk karena Ha Ri sudah banyak minum. Awalnya Ha Ri berniat makan hanya satu sendok, namun karena rasa haejangguk enak, Ha Ri malah makan lagi dan lagi. Saat makan Sung Joon kemudian bercerita tentag ibunya yang sering membuatkan haejangguk untuk dirinya. Dia juga mengaku bahwa semenjak bertemu dengan Hye jin, dia bisa berbicara tentang segala macam hal. 

“Aku kira itu karena sudah lama, sejak aku bertemu seseorang yang dengannya aku tidak perlu menjelaskan siapa diriku.” Tambah Sung Joon dan kata2 itu langsung membuat Ha Ri terdiam. Lalu Sung Joon bertanya apa alasan Ha Ri ingin bertemu dengannya. Ha Ri sempat bingung harus berkata apa, dan akhirnya yang keluar dari mulutnya hanya alasan yang dibuat2, dia tak jadi mengatakan kebenarannya pada Sung Joon. 

“Ya, ia terluka karena aku. Mengatakan padanya tentang hal itu hari ini sedikit...  aku akan bilang padanya lain kali.” Ucap Ha Ri dalam hati.

Tanpa Ha Ri sadari, Hye Jin menunggu dirinya di depan rumah dengan gelisah. Saat melihat kedatang Ha Ri, Hye Jin langsung menghampirinya dan bertanya ada apa, apa yang terjadi hari ini? Hye Jin semakin terlihat khawatir saat melihat perban di tangan Ha Ri. Ha Ri sendiri tak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, dia hanya berkata kalau dia luka karena terjatuh. 



Di kamar Ha Ri terus menatap nama yang tertera di kantong obat. Tak lama kemudian ponselnya berdering dan itu sms dari Sung Joon.

“Apa kau tidak apa2? Sampai itu sembuh, hati2 dengan tanganmu. Tidurlah dengan nyenyak. Aku segera menemuimu.” Sms Sung Joon yang langsung membuat Ha Ri merasa bersalah pada Hye Jin. 

Sung Joon sudah berada di cafe untuk memebeli kopi. Lagi2 Sung Joon tak mendengar ucapan si pelayan cafe saat mengatarkan kopi untuknya. Sung Joon hendak minum air dalam vas lagi, namun kali ini si pelayan cafe langsung mengambil vas-nya sehingga Sung Joon tak jadi minum air vas. 


Sung Joon kemudian memutuskan pergi dengan membawa kopi, namun tepat disaat itu seseorang menelponnya dan Sung Joon pun langsung menjawabnya, karena banyak bawaan jadi Sung Joon duduk kembali ke kursi. Merasa sudah menduduki sesuatu, Sung Joon pun mengambil buku yang ada di kursi tempat dia duduk.


Di kantor Hye Jin  mendapat telepon dari Hye Rin yang meminta untuk di temui di cafe dekat kantor. 


Hye Rin menemui Sung Joon dan mengatakan kalau buku yang Sung Joon pegang adalah miliknya. Sung Joon benar2 terdiam melihat Hye Jin kecil ada di hadapannya. Tepat disaat itu Hye Jin masuk dan melihat Sung Joon bertemu denga Hye Rin. Tentu saja Hye jIn merasa takut dan cemas.

Apa yang akan terjadi setelah ini? Apakah Hye Rin akan memberitahukan semuanya? Jangan kemana-mana, tunggu sinopsis episode 4 yah. 


Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger